Perubahan di Jatibungur

Perubahan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari. Bahkan ada yang berujar kalau di dunia ini satu hal yang abadi adalah perubahan.

Lokasi ini dahulunya adalah jalan yang menghubungkan Kecamatan Darmaraja dan Kecamatan Wado di Kabupaten Sumedang. Tepatnya di Desa Jatibungur yang merupakan salah satu dari 21 desa terdampak penggenangan air #wadukjatigede yang membendung aliran Sungai Cimanuk. Jalur alternatif menuju Kabupaten Garut dan Tasik via Malangbong.

img_20170315_070030-01-01
Jatibungur, Sumedang

Setiap kegiatan relokasi penduduk ada ongkos sosial yang harus dibayar. Ada masyarakat yang tercabut dari asal asulnya, tempatnya lahir dan tumbuh berkembang menjadi manusia seutuhnya. Ada situs budaya yang harus berpindah dan mengalami perubahan sisi historisnya. Namun, diharapkan perubahan ini memberi dampak positif untuk kepentingan yang lebih besar lagi.

Kita perlu dan harus mau beradaptasi dengan perubahan yang ada untuk dapat bertahan. Masyarakat yang terdampak relokasi tersebut pun demikian. Mereka yang secara langsung terdampak karena tempat tinggal dan tempat mereka berkegiatan ekonomi (misal : sawah atau toko) menjadi arel genangan harus beradaptasi dilokasi yang baru. Namun, untuk masyarakat yang tidak direlokasi dan masih bertempat tinggal disekitar areal genangan harus beradaptasi dengan perubahan cuaca yang lebih hareudang ketika musim panas dan kenyataan bahwa wilayah dekat tempat tinggalnya berubah menjadi areal tujuan wisata baru.

img_20170315_111647
Puncak Damar, Situraja Sumedang

Kegiatan perekonomian yang dahulunya didominasi dengan sektor pertanian dan perdagangan, saat ini digenapi dengan sektor pariwisata. Areal tujuan wisata baru tumbuh dan terus berkembang di Kabupaten Sumedang. Tanjung Duriat, Puncak Damar, lokasi wisata air seperti di Cipaku, Cisema, Ciduging, Kapunduhan dan Jatibungur adalah beberapa diantaranya. Lokasi wisata pemancingan, olah raga air dan sightseeing adalah menu utamanya.

IMG_20170315_060823-01
Pagi hari di Jatibungur
IMG_20170315_060840-01
Belum banyak aktifitas, perahu pun masih terikat di dermaga

Perubahan pun telah terlihat ketika musim libur tiba. Contohnya ketika libur lebaran tahun lalu. Jalur Sumedang – Darmaraja padat, disesaki mobil pemudik dan wisatawan yang dari dan ke lokasi wisata. Jalur tersebut yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit sampai 1 Jam perjalanan, kemarin menghabiskan waktu beberapa jam untuk sampai di Darmaraja. Lama yak?! hehehe

When life give you a lemon, make lemonade

Rain don’t stop us! How about we dancing in the rain instead

Yuk berubah . . .

Advertisements

Published by

Arul Wahidin

avid reader | part-time runner | suka minum teh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s