Jogja Trip – Day 3 : World Heritage Site

Candi Borobudur, Magelang – Jawa Tengah

Dihari ketiga ini, sembari perjalanan menuju Depok, kami mampir sejenak ke lokasi yang pada tahun 1991 dianugerahi gelar sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO yaitu Candi Borobudur. Sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Letaknya sekitar kurang lebih 40 km disebelah barat laut dari Yogyakarta.

IMG_20170122_115128
Di puncak Candi Borobudur (Stupa utama dkk)

Didirikan sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra, Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia sekaligus menjadi salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Candi ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.

Kami datang ke Candi Borobudur pada Hari Minggu. Lokasinya ramai dan (ternyata) di Puncaknya panas sekali, seperti dikecup Matahari. Pantas saja ketika dalam perjalanan dari tempat parkir ke pintu masuk banyak sekali yang menawarkan topi, air minum kemasan ataupun sewa payung. Saya pribadi lebih memilih sewa payung, cukup dengan Rp5000-,

IMG_20170122_110445
Pendopo Pintu Masuk (loket tiket berada disebelah kanan pendopo)

Dengan membayar tiket masuk Rp30.000-, para turis sudah bisa menjelajahi kompleks Candi Borobudur. Terdiri atas Candi Borobudur itu sendiri dan beberapa museum yang masih terletak  di dalam kompleks tersebut. Jarak dari pintu masuk sampai ke lokasi Candi Borobudur ternyata lumayan juga, sekitar 1-2 km. Tapi tenang, ada fasilitas mobil yang bisa memudahkan Anda (bayar lagi tapi dapet air mineral ukuran 330ml).

IMG_20170122_114551
Barisan turis yang sedang mengantri untuk naik ke puncak Candi Borobudur (tangga sisi timur)
IMG_20170122_114959
Relief pada dinding dan pagar langkan disalah satu sudut Candi Borobudur
IMG_20170122_121630
Disisi lainnya … kepala patung Buddha ada beberapa yang sudah rusak

Ketika sudah sampai di puncak Candi Borobudur, Anda bisa menikmati pemandangan sekitar kompleks candi yang indahnya bukan main. Langit biru, awan putih dan barisan pegunungan yang hijau dari Dataran Kedu memanjakan mata Anda. Sesaat lupa betapa panasnya di atas sini. Payung mana? payung mana ?

IMG_20170122_115313
Stupa berlubang belah ketupat
IMG_20170122_121408
Stupa berlubang belah ketupat (juga)

Terkait stupa berlubang belah ketupat ini, ada mitos yang dipercaya masyarakat bahwa siapa saja yang merogoh ke dalam sebuah stupa berlubang belah ketupat dan dapat menyentuh bagian tertentu dari tubuh arca Buddha yang ada di dalamnya maka ia akan mendapatkan keberuntungan atau terkabul keinginannya. Mitos ini dikenal dengan sebutan Kunto Bimo. Kemarin itu nyobain juga menyentuh arca Buddha tersebut dan berhasil. Yeayyy

IMG_20170122_115920
Turis Depok di dekat Stupa berlubang persegi

Setelah puas menikmati pemandangan dari puncak candi, saya turun. Ternyata tangga ketika naik dan turun berbeda tempatnya. Tangga naik pengunjung ada di sisi timur, sedangkan tangga turun ada di sisi utara. Supaya tidak macet mungkin ya dan mengurangi laju aus pada permukaan batu pada tangga. Nah, untuk mengurangi laju aus tersebut tangga diberi pelapis berupa karet atau besi. Pada memperhatikan tidak?!

IMG_20170122_122310
Tangga ketika turun (sisi utara candi)

Beberapa tahun belakangan, kawasan kompleks sekitar Candi Borobudur juga dijadikan lokasi lomba lari marathon. Kebayang cakepnya. Saya memasukan acara lomba lari marathon disini ke bucket list saya, tentunya bersama lomba lari marathon di Bali, Lombok dan di Suramadu juga. Semoga terkabul, amin 3X yra.

Tidak hanya pemandangan di Puncak Candi Borobudur saja yang menarik, disisi bawahpun tak kalah keindahannya. Lihat saja foto di bawah ini.

IMG_20170122_123234
Ala-ala FTV bukan ?!

Puas tidak? tentu tidak. Lain kesempatan masih mau kesini lagi dan meluangkan waktu seharian atau lebih untuk jelajah kompleks Candi Borobudur. Kenapa? Lah, wong relief pada dinding dan pagar langkan candi itu konon kabarnya punya cerita masing-masing. And i missed that, so sad.

IMG_20170122_125052

IMG_20170122_125027

Gowinda House 2, Sleman – Yogyakarta

Selama 3 malam di Yogyakarta, kami menginap di Gowinda House 2 yang beralamat di Gabugan 5/15 Pandowo Harjo, Sleman, Yogyakarta, Indonesia.

Tempatnya luas (4 kamar tidur dan 3 kamar mandi) cukup untuk rombongan besar 20 orang seperti kami. Bersih dan tenang karena letaknya agak masuk ke dalam. Cari di Google Maps atau aplikasi penyewaan penginapan juga sepertinya ada.

Gorjes kan?!

img_20170121_054537
Terimakasih sudah mengantar kami selama Jogja Trip 2017

Catatan : ini bukan postingan berbayar, hanya pengguna yang puas

Advertisements

Published by

Arul Wahidin

avid reader | part-time runner | suka minum teh

2 thoughts on “Jogja Trip – Day 3 : World Heritage Site”

  1. Aaahh.. Selalu aja kalo udh baca blog nya, jd kabita pgn liburan ke jogja. Pas baca ini asa lgsg kebawa suasana disana,,pgn anak2 cpt gede biar bs santai jalan2nya #anggerjadicurhat #maklumemak2 😊😀😁😆

    Liked by 2 people

    1. Iya wi, liburan ke Jogja bareng keluarga besar. Ini Bandung dan Sumedang juga belum semua didatangi. Berkat Instagram jadi banyak tahu tempat liburan keren dan gak terlalu jauh dari rumah. Tinggal niat, motor bensinya penuh dan timbel. Jadi liburan

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s