Jogja Trip – Day 2 : Let’s Get Wet

Dihari ke -2, aktivitas plesiran berpusat di  Kabupaten Gunungkidul. Terletak dibagian selatan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar +/- 2 jam dari tempat kita menginap di Daerah Sleman. Kabupaten ini terdiri atas 18 kecamatan dan memiliki Pusat Pemerintahan di Kecamatan Wonosari. Sebagian besar wilayah kabupaten ini berupa perbukitan dan pegunungan kapur yang identik dengan daerah tandus dan mengalami kekeringan di musim kemarau. Namun, Gunungkidul menyimpan potensi yang besar di bidang pariwisata. Blessing in disguise !!! Berikut adalah 3 diantaranya.

Goa Pindul, Gunung Kidul – Yogyakarta

Wisata Goa Pindul berada di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek wisata yang menawarkan wisata Caving Goa Gelatik, River Tubing Kali Oyo dan Cave Tubing Goa Pindul. Bedanya apa dari ketiganya?

img_20170121_114529

Well, Caving Goa Gelatik yaitu wisata menelurusi Goa Gelatik dengan jalan kaki. Konon, dulunya di Goa Gelatik suka ada yang bertapa untuk mendapatkan ketenangan diri. Namun sekarang sudah tidak lagi, dan berubah menjadi lokasi wisata.

Sedangkan River Tubing Kali Oyo dan Cave Tubing Goa Pindul punya kesamaan, yaitu sama2 menelusuri baik sungai atau goa (pilih salah satu, tapi kalau mau dua-duanya juga tidak apa2) dengan alat bantu ban pelampung. Tentunya dikawal dengan pemandu juga.

Kemarinan, saya dan manteman ambil Cave Tubing Goa Pindul. Menelusuri goa sepanjang 350 meter, lebar 5 meter dengan kedalaman air antara 5-12 meter. Start dari mulut goa dan berakhir di dam. Goa Pindul terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona terang, zona remang dan zona gelap.

img_20170226_141140
Foto dulu sebelum cave tubing Goa Pindul

Berhubung kami datang di Hari Sabtu, jadi lokasinya ramai pakai banget. Lumayan juga nunggu antrian masuk ke Goa Pindul sambil terapung di atas ban pelampung. Kebetulan ban yang saya ambil ternyata terlalu kecil untuk ukuran postur tubuh saya. Sehingga sepanjang perjalanan menelusuri goa jadi sering mengatur posisi duduk. Tapi tetap saja …..

img_20170226_140849
Ban pelampungnya terlalu kecil buat saya

(Pak Gozali sampai puas banget ketawanya, melihat saya yang coba duduk tenang tapi mukanya sama sekali tidak santai karena menahan beban tubuh plus khawatir ban pelampungnya akan terbalik dan atau karam). Sampai sekarang, kalau ketemu dia masih ditertawakan coba. Kzl

Sampai pada satu titik, di zona remang ketika melihat ada tangga yang mengarah ke atas terbersit niatan untuk menyudahi saja penelusuran gua ini. Moi, yamate . . . Namun niatan itu saya urungkan. Jauh2 ke Yogya, moso berhenti sampai disini. Teu kaci ah.

Kesabaran berbuah manis. Di dalam Goa Pindul ini pemandangannya keren, seperti foto di atas. Ada juga formasi bebatuan stalaktit, sejenis mineral sekunder yang menggantung di langit-langit gua kapur. Bahkan ada stalaktit yang sudah tumbuh sampai bawah dan menjadi seperti pilar. (Maafkan tidak ada fotonya, coba googling deh) Beberapa batuan karst masih hidup dan meneteskan air. Oia, aliran sungai yang berada di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh

Jadi ya, waktu sebelum sampai lokasi pada foto di atas gandengan Uni Era dan Pak Dhany putus coba. Was-was kan. Padahal masih jauh sampai ke dam. Akhirnya gandengan yang terputus itu disatukan lagi sama bapak pemandunya. Ah, lega . . .

img_20170121_114139

Udahnya … Dari leher sampai ke pinggang pegel banget 😦

Nah, untuk menikmati sensasi menelusuri Goa Pindul pake ban, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam2, cukup RP45.000 saja. Adapun dana tersebut meliputi:

  • Rp10.000/orang untuk retribusi masuk kawasan pindul
  • Paket Cave Tubing Goa Pindul Rp35.000 (Wisatawan lokal) dan Rp50.000 (Wisatawan mancanegara) yang terdiri atas : jasa pemandu, perlengkapan (ban dan jaket pelampung) dan asuransi

Tambahan : Hari tersebut makan siangnya pake Gudeg Yu Djum yang tersohor itu. Memang bukan dipusatnya tapi beli di cabangnya yang beralamat di Jalan Raya Jogja – Wonosari Km 7, Playen. Enak, ada manis-manisnya gitu. Oke, sah ya plesiran ke Yogya nya.

Pantai Kukup dan Pantai Pulang Sawal, Gunung Kidul – Yogyakarta

Setelah bebersih, salat dan makan siang, kami menuju ke lokasi selanjutnya. Pantai Kukup dan Pantai Pulang Sawal. Kalau dilihat dari Google Maps Pantai Kukup itu terletak +/- 24 Km dari Wonosari atau +/- 34 Km dari Objek Wisata Goa Pindul. Sedangkan, Pantai Pulang Sawal berjarak 9,2 km dari Pantai Kukup melalui Jalan Pantai Selatan Jawa.

Pantai Kukup terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini memiliki pasir yang putih terhampar luas dan pemandangan pantai yang indah di wilayah selatan Pulau Jawa.

img_20170121_152718
Pantai Kukup

Pantai Kukup mempunyai daerah laut dangkal yang cukup tenang berjarak sekitar 100 m dari bibir pantai. Daerah dangkal ini dibatasi dengan gundukan terumbu karang pada ujung pantai yang seolah-olah melindungi pantai dari hempasan ombak besar.

wp_20170121_15_24_48_pro-01
Ombaknya besar uy . . .

Kami disini tidak terlalu lama, karena ombak besar dan terlalu beresiko untuk nyemplung dan bermain air disini. Jadi, setelah -/+ 1 Jam kami berpindah ke pantai lainnya. Setelah sempat masuk ke beberapa pantai lainnya, ternyata kondisi ombaknya kurang lebih sama sampai akhirnya kami memutuskan turun di Pantai Pulang Sawal.

Pantai Pulang Sawal atau disingkat dengan Pantai Pulsa yang justru lebih terkenal dengan sebutan Pantai Indrayanti. Padahal Indrayanti bukan nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Pantai ini adalah salah satu pantai yang menarik dan eksotis berada di Dusun Ngasem, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

img_20170121_175531
Menjelang Matahari Terbenam di Pantai Pulang Sawal

Sepanjang garis pantainya relatif bersih dan bebas sampah. Ombaknya pun relatif kuat sampai-sampai ketika bermain air di bibir pantai, petugas penjaga pantainya tidak bosan-bosan mengingatkan kami lewat pengeras suara untuk tidak terlalu ketengah. Saking kuatnya ombak ada teman yang celananya sempat lepas karena keterjang ombak. Loh kok bisa yah ?! hmmm …

img_20170121_175306_hdr
Just chillin’

Sudah paling pas aktivitas ketika di pantai ya main sepak bola, voli pantai, main pasir dan main air (baca : cemplungin Pak Poer, Bu Roma dan Bu Ami ke laut). Ataupun sekedar duduk santai di atas pasir putih menunggu matahari terbenam just chillin’. Rasanya itu nyesss dan re-charged.

Merelakan resah itu dipeluk deburan ombak dan dibawa pergi jauh. Membiarkan angin laut menyapu lelah di wajahmu dan mengacak-acak rambutmu yang bebas ketombe berkat shampoo kepala dan pundak.

Dengan membayar retribusi Rp10.000/orang, Anda sudah bisa menikmati semua ini. Dan tentunya tidak lupa biaya parkir kendaraannya juga. Jangan khawatir, baik itu di Pantai Kukup ataupun di Pantai Pulang Sawal banyak kios2 yang menjajakan makanan, minuman dan souvenir. Anda tidak akan kesulitan mencari rokok, kopi ataupun popmie. Jaraknya cuma sepelemparan batu.

img_20170121_175940-01
This was how we spent our afternoon. Sitting on the beach. Waiting the Sun to set. Together !

That was superb, wasn’t it ?

= = =

Dua lokasi yang dikunjungi pada Day 2 ini adalah lokasi wisata main air. Jadi basah-bahasan kita. Segitu dulu, nanti lanjut pada postingan Day 3. Makasih udah berkenan baca and tell me about it

Advertisements

Published by

Arul Wahidin

avid reader | part-time runner | suka minum teh

3 thoughts on “Jogja Trip – Day 2 : Let’s Get Wet”

  1. Cepetan seleseiin part 3 nya..
    Jd penasaran..
    Baru tau dr sini loh kalo pantai indrayanti itu nama aslinya pantai pulsa,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s