Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak adalah film Indonesia bergenre drama yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, karya Adhitya Mulya. Di bawah bendera rumah produksi Maxima Pictures, film ini disutradarai oleh Monty Tiwa dan dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Deva Mahenra, Acha Septriasa dan Sheila Dara Aisha. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Adhitya Mulya dan Monty Tiwa.

Dirilis pada 5 Juli 2016 atau pada musim libur lebaran 2016, bersamaan dengan beberapa film lainnya seperti : Untuk Angeline, Koala Kumal, Jilbab Traveler : Love Sparks In Korea dan ILY from 38.000 ft. Tapi kalau saya pribadi baru menontonya di bioskop pada 20 Juli 2016 yang lalh, menunggu sudah tidak terlalu ramai dan anak-anak sekolah sudah kembali ke aktivitasnya. Lah, kenapa?! Karena trauma juga nonton barengan para abg. They are loud !!! Hahaha

Kurang lebih film ini senafas dengan novelnya. Menceritakan tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi suami dan bapak yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan juga tentang seorang bapak yang berusaha selalu bersama mereka dengan cara yang tak biasa, melalui video disetiap Hari Sabtu.

Sang Bapak, Gunawan Garnida (Abimana) divonis menderita penyakit kanker sampai akhirnya meninggal dunia. Sebagai upaya untuk bisa terus “bersama” anak-anak dan istrinya, bapak merekam pesan-pesan lewat video.

Dengan kasih sayang dari sang mama (Ira Wibowo) dan pesan-pesan yang diberikan bapak lewat video, Satya (Arifin) dan Cakra/Saka (Deva) tumbuh menjadi anak-anak yang berprestasi. Kini, Satya adalah ahli perminyakan dan berkarir di perusahaan internasional. Sudah menikah dan memiliki 2 anak serta terus belajar menjadi suami dan bapak yang baik. Sedangkan Cakra memiliki karir yang cemerlang sebagai deputy director di salah satu bank termuka. Namun, ia belum berhasil menemukan pasangan hidup.

Menanggalkan segala ekspektasi yang mungkin terbawa dari novelnya, saya bisa menikmati film ini. Awalnya kurang sreg dengan pilihan beberapa pemainnya. Seperti Deva sbg Cakra dan Ira Wibowo sebagai Itje. Karena dalam pikiran saya, yang pas buat pemeran Itje itu Henidar Amroe. Sedangkan untuk Deva sebagai Cakra, ya dirasa ada yang kurang. There is a but, they are surprisingly good. Gugur sudah keraguan saya.

Abimana, Ira, dan Sheila mampu memberikan penampilan yang baik. Acha dan Arifin chemisty-nya dapet. Kayak pasangan suami dan istri beneran. Jadian dan kawin beneran gih. Deva kikuknya dapet, tapi kok jorok yak. Hahaha.

Oia, sangat perlu diapresiasi peran Ernest Prakasa dan Jennifer Arnelita sebagai Firman dan Wati. Duo anak buah durhaka bin lancangnya Cakra. Yang tidak habis2nya memberikan sang bos (Deva) semangat untuk pdkt sama Ayu (Sheila). Scene stealer and mood booster mereka ini.

Adegan favorites :

1. ‌Group chat atau email blast antara Cakra dan anak buahnya; 2. ‌Blind date Cakra dan Retna dan 3. ‌Cakra, Mama dan Satya duduk barengan untuk dengerin pesan dari bapak sebelum Cakra nikah (sukses menitikan air mata)

Oia, quote dari film ini keren. Ini salah satu diantaranya : “‌Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama2 kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing2 orang. Bukan tanggung jawab orang lain.”

Sudah, segitu saja ceritanya. Go see the movie. It is Good

Depok

Jumat, 22 Juli 2016

heyrul_
#SabtuBersamaBapak #RinduAyah

Advertisements