Supernova : Inteligensi Embun Pagi

Inteligensi Embun Pagi adalah episode ke enam dari Serial Supernova karangan Dewi ‘Dee’ Lestari. Terbit pertama di Februari 2016. Terdiri dari 55 keping (bab) dengan 690 halaman.

Buku pamungkas yang menjadi penutup dari episode terdahulu, seperti KPBJ (baca : Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh), Akar, Petir, Partikel, dan Gelombang.

Ulas dikit yak. KBPJ adalah pembuka. Akar, Petir, Partikel dan Gelombang adalah pengenalan atau back story dari karakter Bodhi, Elektra, Zarah, dan Alfa. Dan di Inteligensi Embun Pagi ini semuanya terkuak.

Yang saya sukai dari membaca karya Dee adalah nambah wawasan baru. Dari episode Akar, saya jadi ingin travelling backpakeran diseputaran Asia. Ingin SANGAT. Lewat Gelombang jadi lebih tahu tentang schizopheria dan sekelumit kehidupan orang yang kerja di Wallstreet. Dalam hati berujar, ini risetnya JUARA. Oia, HATI 2x. Sekali baca jadi agak susah melepasnya. Untung kemaren waktu baca IEP, pas akhir pekan agak panjang.

Mulai berkenalan dengan serial Supernova, lewat KPBJ di Tahun 2001 di Perpustakaan LIA Slipi, tempat dulu kursus Bahasa Inggris. Sedangkan untuk episode Akar dan Petir bisa baca karena kenal Iin dan dikasihtahu tentang Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. Katalognya banyak. Kalo Gelombang dan IEP punya sendiri karena sudah punya penghasilan. Nah untuk Partikel agak lupa.

Setelah 15 tahun, akhirnya semua terjawab. Mengutip dari sang penulisnya, sebuah akhir akan melahirkan sebuah awal. Kata “Tamat” akan menggiring kita ke “Pendahuluan” yang baru.

Semoga ada kesempatan tuk mengumpulkan semua episodenya. Amin.
#Supernova #InteligensiEmbunPagi

Depok, 13 Mei 2016

heyrul_

Cerita Pejalan

km 424.9 – 649.2

Perjalanan pulang kemarin (6 Mei 2016), dengan rute Depok – Sumedang via Jonggol adalah salah satu perjalanan yang sejauh ini merupakan perjalanan dengan waktu tempuh kotor terlama. Kurang lebih 11 jam, dari pukul 6.30 sampai 17.30.

Berhenti sejenak ‘tuk beristirahat dan mengambil gambar pemandangan di Cikalong Kulon, Cianjur. Jum’atan di Masjid Agung Cimahi. Setengah perjalanan ke Tebing Keraton yang akhirnya putarbalik karena hujan. Makan siang agak sore di Cibiru dan pasang-lepas jas hujan beberapa kali dibeberapa tempat. Hujannya genit, godain terus.

Diluar dugaan, perjalanannya agak lancar. Lokasi langganan macet seperti simpang Padalarang dan Cimahi cukup bersahabat. Karena hari Jum’at mungkin. Ada istilah pondok poe atau hari pendek, dimana masyarakat memilih beraktifitas setelah tengah hari. Namun ketika sudah agak sore, lintas Cicaheum – Cileunyi agak padat. Ini cukup dimaklum, banyak persimpangan dan putaran untuk masuk dan keluar ke wilayah permukiman.

Walaupun demikian, badan tetap segar bugar. Tidak seperti beberapa perjalanan terakhir yang mana badan didera kelelahan yang sangat. Mungkin ini pengaruh jalan sehat 10k di akhir pekan yang lalu.

Alone with my thought, diiringgi suara deru mesin kendaraan beroda dua yang menapaki ratusan kilometer lintasan aspal dan rabat beton. Resah dan gelisah berkurang dalam hati dan pikiran. Menguap bersama terbakarnya Pertalite. Ditutup dengan rasa syukur setelah sampai dan berkumpul bersama para kesayangan.

Bagaimana perjalanan mu?!

Sumedang, 7 Mei 2016

heyrul_

Tidak Ada New York Hari Ini

Tidak Ada New York Hari Ini merupakan kumpulan puisi dan foto Rangga untuk film Ada apa dengan Cinta? 2 #AADC2. Puisi oleh M Aan Mansyur @hurufkecil dan foto oleh Mo Riza.

Apa yang ada dibenak Rangga selama 14 tahun tercermin di dalamnya. My personal favorites are : Batas, Pukul 4 Pagi dan Tidak Ada New York Hari Ini. Kesepian, kegelisahan dan rasa rindu yang mendalam benar2 terasa. Puisi dan fotonya benar2 “kawin”.

Penasaran? Sila dibeli dan dibaca. Enjoy

Depok, 3 Mei 2016

heyrul_