Girls in the Dark

Novel J-lit berjudul asli Ankoku Joshi karya Akiyoshi Rikako ini pertama kali diterbitkan di Jepang pada Tahun 2013. Di Indonesia diterjemahkan oleh Andry Setiawan dan diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Haru pada Mei 2014.

Secara garis besar novel Girls in the Dark menceritakan tentang Pertemuan Rutin Ke-16 Klub Sastra SMA Putri Santa Maria. Pertemuan kali ini didedikasikan untuk mengenang kematian ketua klub sastra sebelumnya, yaitu Shiraishi Itsumi. Dimana agendanya yaitu pembacaan naskah yang ditulis oleh masing-masing anggota dan yami-nabe.

Apa itu yami-nabe?! Secara harfiah berarti panci dalam kegelapan. Peserta membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Bahan-bahan tersebut dimasukan ke dalam panci berisi air mendidih dan kemudian memakannya dalam kegelapan. Hal ini dipercaya dapat mengasah perasaan. Bagaimana indera penciuman, perasa, pendengaran dan peraba bereaksi tanpa indera penglihatan. Jadi inget Daredevil gak sik 😁

Ada 6 anggota klub sastra yang hadir. Mereka adalah orang-orang pilihan yang diajak bergabung oleh ketua klub sastra terdahulu. Mereka masing-masing : Sumikawa Sayuri (ketua klub), Nitani Mirei (kelas 1-A), Kominami Akane (kelas 2-B), Diana Detcheva (murid internasional), Koga Sonoko (kelas 3-B) dan Takaoka Shiyo (kelas 2-C).

Para anggota klub sastra membacakan naskah yang mereka tulis. Tak dinyana, apa yang mereka tulis itu adalah analisis mereka masing-masing, mengenai latar belakang kematian Shiraishi Itsumi dan siapa yang “membunuhnya”. Oiya, sang ketua klub sastra terdahulu ini diketemukan telungkup tak bernyawa dan bersimbah darah di bawah teras di kompleks sekolah. Ada 2 dugaan, antara bunuh diri atau dibunuh orang lain.

Novel ini menurut saya, diterjemahkan dengan pas. Enak sekali membacanya. Salute buat tim penerjemah. Cuma yang masih belum ngerti, itu mereka bagaimana bacanya ya kalau kondisinya dalam kegelapan. Mungkin tidak gelap pekat kali ya. Masih ada cahaya dari lilin2 di chandelier. (nanya sendiri, jawab sendiri) #abaikan 😂

Banyak kejutan2 yang bikin whattttt??? Walau sempat terpikir juga diawal, sepertinya dia nih yang membunuh. Memang kelam juga ceritanya. Shiraishi Itsumi pernah bilang gini, “kalau kau ingin menggerakkan orang sesuai dengan kehendakmu, genggamlah rahasianya…”

I am not gonna give you all the detail. So, read the book. It is a GOOD book 📖

#AnkokuJoshi #GirlsintheDark #AkiyoshiRikako
Darmaraja, 14 April 2016

heyrul_

Support System

(kiri-kanan : endri, saya, bagus, bayu dan ucup)
Ada masa dimana seseorang merasa berada di titik terendah. Segala daya dan upaya telah dilakukan untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Namun hal tersebut belum bisa dicapai dan perjuangan masih terus berlanjut.

Untuk dapat sukses mencapai cita-cita yang diharapkan diperlukan usaha yang keras, do’a yang tak terputus, sabar yang luas dan support system yang kuat. Salah satu support system yang ada adalah teman. Apalagi ketika berada diperantauan. Teman sudah seperti keluarga sendiri.

Gambar diatas (minus chibo) adalah support system saya ketika menjadi assistant trainee di SGRO di Kebun Mesuji, OKI, Sumatera Selatan. We have been called OL TEAM. Kami kebagian jatah piket di tempat tinggal dan ruang kelas setiap hari Selasa.

Mereka dalam beberapa kesempatan menunjuk saya untuk jadi juru bicara. Yang tanpa saya sadari mengasah kemampuan berbicara saya didepan umum. Juga dengan setengah memaksa menyuruh saya untuk belajar mengendarai kendaraan roda 2, sampai akhirnya bisa. Yeay me!

Mereka yang penuh sukarela mengambil jatah lauk pauk ketika ikan emas atau ikan patin dihidangkan (saya kurang suka makan ikan, kecuali ikan lele dan ikan asin). Mereka yang (mungkin) ikhlas tidurnya diiringi suara ngorok saya.

We met in 2011 and keep being friends ever since. Thank you for always support, help and be there for me with no questions ask.

#Teman #SupportSystem #SGRO
Depok, 8 April 2016

heyrul_